My Thoughts, My Views, My Writings

Some of My Thoughts, My Views, My Writings, and my Feelings

Fave Photos
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from yardian28. Make your own badge here.
News
Resep Home Made Baby Food for Working Moms Available on Deeva's Blog
Shout it Out, Guys!
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
Hits
Free Hit Counter
Hit Counters
We're (Just) Women
Monday, December 04, 2006
Beberapa hari terakhir ini ada yang mengusik gue.

-Baca selentingan berita kalau Aa Gym menikah lagi. Dalam hati sih percaya, tp belum menemukan bukti otentik.
-One of my highschool mate nanya. Kenapa gue milih mas Budi as my husband, dan kenapa gue bisa yakin he's the one
-Sekilas nonton press confnya Aa Gym yang didampingin ama Teh Ninih.

So gue menulis di blog ini for reasons above, yang entah kenapa saling terkait satu sama lain.

Serius nih, dan gue frankly speaking, tanpa berniat mencela, menghujat, atau menghakimi pihak manapun. So gue jg ga akan minta maaf sebelum dan sesudah gue nulis blog ini.
HELL YEAH, ini kan blog gue yak..hahahahha..

Diantara waktu gue yang sedikit dalam kapasitas jadi istri, ibu, anak, sister, bos, dan bawahan, gue tetep selalu berpikir dalam label "MySelf".
Myself think despite of everyone's said and done.

All of the "happenings" above muara di satu hal , yaitu titik dua adalah Poligami.
Sikap gue akan hal ini jelas dan pasti (at least sampe detik gue nulis ini) yaitu titik dua adalah bisa nerima bahwa hal itu tidak haram, dan tidak juga memperkenankan hal itu terjadi di diri gue.

Buat gue, berani merit means berani cerai. Ada titik dimana kita ga bisa 100% patuh ke suami dan diperkenankan untuk itu.
Buat gue, BIG NO NO for poligami. Bukan alasan karena 'tidak adil', 'seuai agama', ato yg sejenisnya. But simply karena hati gue belum bisa nerima. Dan entah kapan bisa nerima, mungkin malah ga bisa nerima sampai kapan pun ya.

Klo di break down :
1. Menikah, punya suami --> kalau mau diliat sisi jeleknya, capek, ngurusin suami, ga bisa seenak jidat, penghasilan jd sharing, ngatur ekonomi RT.
2. Menikah, punya anak dari suami --> coba liat penampakan badan sekarang..biar tetep langsing, biar tetep kenceng, tetep aja ga bisa dibandingin dengan being single or before gave birth
3. Menikah, being wife, being mom --> takes 100% mind, body and soul untuk handle jadi mom and wife.
Ga menampik sisi baik, karena dari menikah dan punya anak, a lot of happiness and amazing things happen :)

Wajib patuh ke suami
Wajib ngurus suami
Wajib ngurus anak
Wajib ngurus RT
Wajib jadi istri yang baik
Wajib jadi ibu yang baik
Wajib....
Wajib....
Wajib...
and suddenly 15-20 years from now, suami lo nikah lagi : YEAH RIGHT!!!!!!!!!

Jadi nonsense aja menurut gue kalau ada perempuan yang bisa rela dan ikhlas begitu. Not even istrimu Aa.
However, dari konferensi pers yang gue liat sekilas (yang menampakkan wajah teh Ninih nahan emosi jiwa), gue bisa paham kenapa dia akhirnya 'mengijinkan' suaminya menikah lagi (even sebenernya ga ijin jg gpp, tp sukur Aa Gym jujur dan masih respek ke istrinya).

This is the line she said, yang membuat gue mengerti keputusan dia : "Tidak boleh kita mencintai suami lebih dari cinta kita terhadap Allah"

Kalo si mamiku :"Mungkin dia mencari surga Allah"

Those lines make me think :"is that so?"

Bukannya mo mengingkari apa yang ada di kitab suci Al Qur'an.

Mending cerai daripada hati ini tidak ikhlas, perbuatan kita dan tindak tanduk kita pun tidak disertai dengan kerendahan hati dan keikhlasan jiwa, di depan suami muka kita jg ga ada indah-indahnya karena memendam luka perihhhhh di hati, dan di hadapan Allah kita juga dosa karena kecewa terhadap suami.

Mending cerai daripada gue find out suami gue tidak nikah lagi, tapi akhirnya zina. Halah..dia yang zina tapi gue juga yg masuk neraka karena menyebabkan hal itu.

We're Just Women.
But we are very strong.
We hold the Men's power key.
Behind a success Man, there's a supportive Women.
Man comes from a woman.
We Call the world Mothernature.

My beloved hubby janji 1 hal yang akan gue pegang sampe mati dan bener-bener gue pegang sebagai hutang.
If poligamy will come between us, gue harus tahu. So when the time comes, I shall ask for divorce and he has to approve it.

Jadi saya berprinsip harus tahu kalao suami saya nantinya mau kawin lagi. Jadi ga nikah bawah tangan ato ngumpet-ngumpet gitu. Bukannya mo ngasi ijin ato restu seperti halnya teh Ninih, tapi yah buat mengakhiri ikatan diantara saya dan suami. Biar adil aja dan damai sejahtera buat semuanya. Gituh loh pembaca blogkuww..

Jangan pernah berharap sama manusia.
Gue akan sangat bersyukur if gue dan suami bisa berjodoh sampai akhirat.
Tapi ini juga dengan ijin Allah. Berharap sama Allah.
Meanwhile, prepare yourself for unwanted thing like this. Coz we'll never know.

Jadi gue akan tetep mempunyai identitas sebagai manusia, perempuan, pribadi unik, punya prinsip. Terserah akan diwujudkan dalam hal apa, as long as itu positif dan memang tidak mengganggu identitas kita sebagai istri dan ibu.
Buat temen-temenku sesama wanita, plis plis plis jangan tergantung dengan suami. Jangan juga berharap banyak dengan manusia lain.
Semoga dengan kesadaran itu membuat kita cukup kuat menghadapi hidup dengan ridho Allah.
We will never walk alone in this universe as long as we have Allah's blessing.

Labels: , ,

posted by yardian @ 11:59 AM  
6 Comments:
  • At 1:57 PM, Anonymous Anonymous said…

    jadi wanita menurutku justru paling enak...kalau dibilang kewajiban wanita adalah sumur dapur dan kasur, dalam islam, yang wajib cuman kasur aja. makanya sampe dibilang kalau boleh sujud, istri disuruh sujud sama suaminya...soale suami yang berat banget.

    waktu itu pernah ada gubernur yang diprotes sama masyarakat karena dalam sepekan ada 1 hari dia gak pernah keluar/ngantor (CMIIW, ada di tarbawi niy). setelah dikonfirmasi oleh Khalifah Umar bin Abdul Azis, ternyata sang gubernur itu kudu nyuci, bikin roti/masakan/dan pekerjaan RT lainnya u/sepekan kedepan (direkap)

    lemana istrinya? ada. tapi sang gubernur gak mau minta sedekah sama istrinya. dia belum mampu menyediakan asisten sehingga dia nanggung semua pekerjaan sendiri. istrinya dosa? enggak tuh..karena kewajiban istri kan cuman kasur.

    kisah diatas sekedar pengingat aja untuk kaum pria bahwa tanggung jawab sebagai suami berat banget.

    untuk keharmonisan, yah lebih baik hal2 kaya diatas dikomunikasikan bukan?

    poligami kan suatu pilihan dan hukumnya juga berlapis2 kan kaya nikah. nikah aja jatuhnya mulai dari wajib sampe haram. poligami juga =nikah kan?. yah balikin lagi deh sama hukum nikah itu sendiri.

     
  • At 2:21 PM, Blogger yardian said…

    Ya, jadi wanita memang ada enak dan tidaknya kok. Allah kan adil. Smua ada reward dan punishmentnya :)

    Gue juga percaya, masing-masing tugas jadi suami dan istri sama-sama berat, dan ada tanggung jawabnya masing-masing.
    Tanggung jawab istri mendidik anak dan merawat RT jg ga kalah berat.
    However, gue juga percaya kalau kita ikhlas menjalankannya, ga ada yang dibilang berat dan menjadi beban.

    Iya. Nikah, Poligami, Cerai, itu pilihan. Semoga kita ga salah pilih ya!

     
  • At 2:33 PM, Anonymous Anonymous said…

    Sekedar menyampaikan pendapat:

    Allah swt telah menjadikan manusia berjenis laki-laki dan perempuan dengan kodrat yang telah Dia berikan kepada masing-masing jenis itu, jadi:

    - Untuk kaum laki-laki, berjalanlah di muka bumi ini sebagai seorang laki-laki, tidak perlu iri kepada perempuan dengan kodratnya.

    - Untuk kaum perempuan pun demikian, berjalanlah di muka bumi ini sebagai seorang perempuan, tidak perlu iri kepada laki-laki dengan kodratnya.

    Allah swt tidak mungkin menganugerahkan kodrat tersebut kepada masing-masing jenis laki-laki dan perempuan tanpa ada hikmah di baliknya. Hanya saja manusia sering berburuk sangka terhadap anugerah itu. Tapi memang begitulah sifat dasar manusia, tanpa kecuali.

     
  • At 2:37 PM, Blogger fashionista! said…

    hehe..gw jadi inget temen gw nyeletuk pas ngebahas topik ini: "keterlaluan, anaknya dia kan udah 7 (atau 8) gitu...rugi berat istrinya..kl cuma 1-2 masih mending"..haha..so dia infers that kl anaknya masih dikit, harga jual yang sebagai istri seengaknya masih 'bagus'( *Peace* ya..no offense buat siapa)

     
  • At 1:53 PM, Blogger Lamegogo said…

    hem....
    klo gw brada di posisi wanita yg kan di poligamy suaminye, gw si nga kan berkoar koar marah or apalah...

    gw akan beri apa mau dia, asal gw divorcee dulu...:)

    hari gini dimadu?..kelaut aja deh tu para lelaki...
    ya nga Di???

     
  • At 9:43 AM, Blogger yardian said…

    Hooh J. Percuma marah euy...ngabisi tenaga dan emosi, dan biasanya ga ada solusinya (baca : ttp aja niat kawin lagi gitu, heheh).

    Emang sih, poligami diperbolehkan pasti ada hikmahnya. Tp Ibarat pintu darurat, ga blh dipake klo ga urgent kan. But itu jg subjektif deh daruratnya. Guys will always be guys.

    Ada yg bilang, poligami itu legitimasi zina. Ada pointnya juga tuh!

    Tp gue (at least sekarang), setuju utk tidak dipoligami. Hidup monogami!

     
Post a Comment
<< Home
 
About Me

Name: Yardian Wensdi
Home: Jakarta, Indonesia, Dunia, Bumi
About Me: A new mommy, a wife, a career woman, a lazy girl
Previous Post
Archives
Links
Powered by

Free Blogger Templates

I heart FeedBurner



BLOGGER

© 2005 My Thoughts, My Views, My Writings Template by Isnaini Dot Com